Sabtu, 08 Januari 2011

APAKAH DERMATOGLYPHICS?

Dermatoglyphics atau Dermatoglifika adalah:

1. Ilmu yang mempelajari pola sidik jari – konfigurasi ujung luar kulit jari, telapak tangan dan kaki
2. Penelitian telah dilakukan selama lebih dari 200 tahun dalam sejarahnya
3. Bukti adanya kesamaan sidik jari adalah 1 banding 64 000 000 000
4. Terbentuk sejak embrio berusia 13 minggu dalam kandungan; tonjolan di ujung jari, interdigital, area thenar (berhubungan dengan telapak tangan dan kaki) dan hypothenar di tangan mulai terbentuk. Dan formasi ini terlengkapi pada usia 24 minggu dan terus berkembang seiring dengan perkembangan sel otak


POLA DASAR SIDIK JARI

Terdapat 3 pola dasar fingerprint (sidik jari) yaitu:
1. Whorls (lingkaran)
2. Loops (simpul)
3. Arch (panah)
4. Gabungan dari ketiganya


3 KALANGAN YANG AKTIF MENDUKUNG DMI
1. KALANGAN AKADEMISI / INTELEKTUAL KAMPUS
2. KALANGAN PEMERHATI / PECINTA DUNIA PENDIDIKAN
3. KALANGAN PRAKTISI ICT / DUNIA RISET TEKNOLOGI


4 KEPAKARAN YANG AKTIF TERLIBAT DMI
1. PAKAR KEDOKTERAN (ASPEK FINGERPRINT & SYARAF)
2. PAKAR PSIKOLOGI (ASPEK KECERDASAN & PEMBELAJARAN ; PSIKOLOGI FAAL)
3. PAKAR ANTROPOLOGI (ASPEK KERAGAMAN BUDAYA)
4. PAKAR ICT (ASPEK STATISTIKA DAN PROGRAMA KOMPUTER)


 PENGGAGAS DAN PENEMU TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE (MI) ADALAH HOWARD GARDNER (BELUM MELIBATKAN ASSESSMENT YANG BERBASIS ICT). BELIAU ADALAH SEORANG PSIKOLOG KELAS DUNIA DARI HARVARD UNIVERSITY. BELIAU BELUM / TIDAK MENGENAL DMI ASSESSMENT

 PENELITI DAN PENGEMBANG FINGERPRINT ADALAH PARA PAKAR ANTHROPOLOGI, PAKAR BIOLOGI MURNI DAN KEDOKTERAN. ANTARA LAIN : GOVARD BIDLOO (1685); MARCELLO MALPIGHI (1686); JCA. MAYER (1788); JOHN E. PURKINJE (1823); FRANCIS GALTON (1892); HARRIS HAWTHORNE (1897); CUMMINS & MIDLO (1926); NOEL JACQUIN (1958); BERYL B. HUTCHINSON (1967); BEVERLY C. JAEGERS (1974);

 PENGEMBANG ICT BERBASIS DERMATOGLYPHICS (BIOMETRIKS) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN TEORI MI MENJADI DMI ADALAH ERIC LIM CHOO SIANG DI SINGAPURA

MINAT DAN BAKAT

BAKAT yaitu:

1. BAKAT : kemampuan ALAMIAH untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, yang relatif bisa bersifat umum ( bakat INTELEKTUAL umum ) atau khusus ( TALENT )
2. BAKAT : kemampuan BAWAAN yang merupakan potensi ( potential ability ) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar terwujud (Alex Sobur ,2003 : 180 )
3. BAKAT : KONDISI ATAU RANGKAIAN KARAKTERISTIK YANG DIPANDANG SEBAGAI GEJALA KEMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN, KETRAMPILAN ATAU SERANGKAIAN RESPON MELALUI LATIHAN-LATIHAN (BENNET, 1952)
4. BAKAT : SUATU KARAKTERISTIK UNIK INDIVIDU YANG MEMBUATNYA MAMPU (TDK MAMPU) MELAKUKAN SUATU AKTIFITAS DAN TUGAS SECARA MUDAH (SULIT) DAN SUKSES (TDK PERNAH SUKSES) (DR. YUL ISKANDAR, PH.D.)


DEFINISI MINAT DAN SIKAP (Dr. YUL ISKANDAR, Ph.D)
1. MINAT ADALAH USAHA DAN KEMAUAN UNTUK MEMPELAJARI DAN MENCARI SESUATU
2. SIKAP MERUPAKAN HASIL DARI BELAJAR. HASIL PERPADUAN BERBAGAI TRAIT DAN ABILITY


25 CIRI ANAK BERBAKAT
1. Membaca pada usia yang relatif lebih muda
2. Membaca lebih cepat dan lebih banyak
3. Memiliki perbendaharaan kata yang luas
4. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
5. Mempunyai minat yang luas, juga pada persoalan “ dewasa “
6. Mempunyai inisiatif,dapat bekerja sendiri
7. Menujukkan keaslian ( orisinalitas ) dalam ungkapan verbal
8. Memberi berbagai jawaban yang baik
9. Bisa memberikan banyak gagasan
10. Luwes dalam berfikir
11. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan
12. Memilki pengamatan yang tajam
13. Bisa berkonsentrasi untuk jangka panjang, terutama terhadap tugas atau
bidang yang diminati
14. Berfikir kritis, juga terhadap diri sendiri
15. Senang mencoba hal-hal baru
16. Mempunyai daya abstraksi,konseptualisasi,dan sintesis yang tinggi
17. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah
18. Cepat menangkap hubungan-hubungan ( sebab akibat )
19. Berperilaku terarah pada tujuan
20. Mempunyai daya imaginasi yang kuat
21. Mempunyai banyak kegemaran ( hobi )
22. Memiliki daya ingat yang kuat
23. Tidak cepat puas dengan prestasinya
24. Sensitif dan menggunakan intuisi ( firasat )
25. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan
(RA Martinson , The Identification of the Gifted and Talented , 1974 )



TAHAP KEMAJUAN

PENGENALAN BAKAT MANUSIA

1. BERBASIS PENGALAMAN (EXPERIENCE TRADITIONAL)
2. BERBASIS TES TERTULIS DAN WAWANCARA (VARIASI PSIKOTEST)
3. BERBASIS DETEKSI DAN TEKNOLOGI (DMI ASSESSMENT)
• TDK PAKAI TES TERTULIS / TDK PAKAI WAWANCARA
• TDK MENJAWAB PERTANYAAN-PERTANYAAN TERTENTU (BAIK LEWAT TERTULIS DI KERTAS,LISAN ATAUPUN LEWAT PERTANYAAN YANG DI KOMPUTER KAN)
• BALITA, ORANG YANG TDK BISA CALISTUNG, ANAK AUTIS, HIPERAKTIF PUN BISA DI DETEKSI
• TDK TERGANTUNG KONDISI PSIKOLOGIS


MENUJU PRESTASI PUNCAK

1. MENGENALI BAKAT (KENALI DIRIMU SENDIRI)
2. MENGEMBANGKAN BAKAT (STIMULAN, PENDIDIKAN, LINGKUNGAN)
3. MENGARAHKAN BAKAT (SIKAP, KONSISTENSI, VISI)
(Dra. Budi Andayani, MA; Dosen Psikologi Faal UGM)

PERBEDAAN BAKAT DENGAN MINAT

Perlu hati-hati bahwa BAKAT tidak selalu identik dengan MINAT. BAKAT yang tidak disertai dengan MINAT,maupun MINAT yang tidak disertai dengan BAKAT akan menimbulkan GAP. Bila orang tua tidak cukup cermat dengan hal ini,akan berdampak buruk bagi anak.
(kumpulan tulisan "Perilaku anak usia dini kasus dan pemecahannya", Kanisius Yogyakarta,2003,hal.16)

BAKAT
1. Inherent
2. Natural
3. Lepas dari aspek suka atau tidak suka
4. Tidak mudah berubah dan permanen
5. Aspek genetik lebih dominan

MINAT
1. Lingkungan
2. Nurtural
3. Orientasi pada hobi/kesukaan semata
4. Mudah berubah sesuai dengan tren


RESIKO TIDAK KENAL BAKAT
1. Rugi waktu
2. Rugi biaya
3. Hilang peluang
4. Lelah selalu coba-coba
5. Aspek lingkungan lebih dominan

TIDAK IKUT TES BAKAT
1. Ibarat sepeda motor tanpa speedometer
2. Ibarat mobil tanpa tachometer (kontrol isi bensin)
3. Ibarat kendaraan tanpa Manual Book (buku petunjuk pemakaian dan perawatan
kendaraan)
4. Ibarat Perusahaan tanpa visi dan misi yang jelas